Pendampingan dan Pelatihan Manajemen Persediaan Sociopreneur “Clothes For Charity” Yayasan Gemilang Indonesia

Authors

  • Jumansyah Jumansyah Universitas Al-Azhar Indonesia
  • Kuncoro Hadi Universitas Al-Azhar Indonesia
  • Muchammad Nasucha Universitas Al-Azhar Indonesia
  • M. Rafly Zachari Universitas Al-Azhar Indonesia
  • Willy Wildan Mukholadun Universitas Al-Azhar Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24036/abdi.v7i4.1399

Keywords:

Manajemen Persediaan, Persediaan, Sociopreneur

Abstract

Dalam bisnis sosial (sociopreneur) pakaian bekas, gudang adalah inti dari lancarnya distribusi dari donasi pakaian bekas sampai pada penjualan pakaian layak pakai. Namun terdapat dua masalah mendasar program sociopreneur “Clothes for Charity” Yayasan Gemilang Indonesia, yaitu gudang pakaian bekas belum dikelola dan diadministrasikan dengan baik serta kurangnya pengetahuan pengelola dalam mengelola gudang pakaian bekas. Metode yang digunakan untuk kedua solusi, yaitu untuk program pendampingan manajemen persediaan gudang. Sementara peningkatan kapasitas dapat dilakukan melalui pelatihan manajemen persediaan untuk pengelola gudang pakaian bekas. Sasaran pengabdian masyarakat adalah pengelola gudang yang merupakan bagian dari pengurus Yayasan Gemilang Indonesia. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan awal pengelola gudang Yayasan Gemilang Indonesia bukan 10%, tetapi lebih tinggi yaitu mendekati 60%. Begitu juga dengan pengetahuan akhir setelah pencapaian bukan hanya mencapai 60%, tetapi mencapai lebih dari 80%. Meskipun pengelola gudang tidak berlatar belakang akuntansi, tetapi praktik kerja di gudang membuat mereka familiar dengan kegiatan akuntansi dan mampu menyerap secara cepat pengetahuan akuntansi yang diberikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anas, M. Y. A. (2019). Mengapa Sociopreneur Bukan Social Entrepeneur? Dialektika, 2(2), 66–73. https://doi.org/https://doi.org/10.36636/dialektika.v4i2

Anggraini, S., Palupi, A., & Jumansyah, J. (2023). Peningkatan Kemampuan Akuntansi Yayasan di Yayasan Gemilang Indonesia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM), 3(1), 15-21.

Bianchi, Costanza., dan Grete Birtwestle. (2012). Costumer Clothing Disposal Behaviour: A Comparative Study. International Journal of Consumer Studies, 36 (3), pp. 335-341

Campbell, D. T., & Stanley, J. C. (1963). Experimental and Quasi-Experimental Designs for Research. Houghton Mifflin.

Ekstrom, K.M., dan N. Salomonson. (2014). Reuse and Recycling of Clothing and Textiles – A Network Approach. Journal of Macromarketing. 34 (3), pp. 383-399 doi: 10.1177/0276146714529658

Mohamed, A. E. (2024). Inventory management. Operations Management-Recent Advances and New Perspectives. IntechOpen.

Fildzah, F. K., & Kumala, T. B. (2022). Sociopreneur Solusi Perubahan Sosial dengan Wirausaha. Forbil Institute. https://forbil.id/

Gibbs, Graham. (2013). Learning by Doing (Online Version). Oxford Brooks University.

Kirchherr, Julian., Denise Reike., dan Marko Hekkert. (2017). Conceptualizing The Circular Economy: An Analysis of 114 Definitions. Resource, Conservation & Recycling 127 (2017) 221-232

Kirkpatrick, Donald L., dan James D. Kirkpatrick. (2006). Evaluating Training Programs. Third Edition. California: Berrett-Koehler Publishers, Inc.

Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The Adult Learner. Routledge.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning. Prentice Hall.

Mair, J., dan Ignasi, M. (2006). Social Entrepreneurship Research: A Source of Explanation, Prediction and Delight. Journal of World Business 41 (2006) 36-44.

Nicholls, A. (2010). The Legitimacy of Social Entrepreneurship: Reflexive Isomorphism in a Pre-Paradigmatic Field. Entrepreneurship Theory and Practice, July 2010, Baylor University.

Ramaa, A., Rangaswamy, T. M., & Subramanya, K. N. (2012). A Review of Warehouse Management Systems. IJIE.

Richards, Gwynne. (2011). Warehouse Management: A Complete Guide to Improving Efficiency and Minimizing Costs in The Modern Warehouse. Great Britain: Kogan Page Limited

Roy, M. J., McHugh, N., Huckfield, L., Kay, A., & Donaldson, C. (2015). The most supportive environment in the world”? Tracing the development of an institutional “ecosystem” for social enterprise. Voluntas: International Journal of Voluntary and Nonprofit Organizations, 26(3), 777–800. https://doi.org/10.1007/s11266-014-9459-9

Sadat, A. (2023). Sociopreneurship (First). Eureka Media Aksara. https://repository.penerbiteureka.com/

Sinclair, S., Micaela Mazzei., Simone Baglioni., dan Michael J. Roy. (2018). Social Innovation, Social Enterprise, and Local Public Services: Undertaking Transformation? Social Policy and Admin, https://doi: 10.1111/spol.12389

Scott, D., dan S. Teasdale. (2012). Whose Failure? Learning from The Financial Collapse of A Social Enterprise in “Steeltown”. Voluntary Sector Review, 3(2).

Smart, J. (2019). Needs Assessment. Australia Institute of Family Studies. Dapat diakses secara online di https://aifs.gov.au/cfca/sites/default/files/publicationdocuments/1902_expp_needs_assessment_0.pdf

Published

2025-12-29

How to Cite

Jumansyah, J., Kuncoro Hadi, Muchammad Nasucha, M. Rafly Zachari, & Willy Wildan Mukholadun. (2025). Pendampingan dan Pelatihan Manajemen Persediaan Sociopreneur “Clothes For Charity” Yayasan Gemilang Indonesia. Abdi: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(4), 1118–1126. https://doi.org/10.24036/abdi.v7i4.1399