Pembuatan Susu Tempe: Solusi Praktis untuk Mencegah Stunting di Desa Karyamukti
DOI:
https://doi.org/10.24036/abdi.v7i4.1422Keywords:
Pengabdian, Stunting, Susu Tempe, TempeAbstract
Tempe merupakan makanan fermentasi tradisional Indonesia yang dikonsumsi oleh hampir semua lapisan masyarakat. Tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi, seperti protein, vitamin B12, serta senyawa antioksidan seperti daidzein, genistein, glisitein dan isoflavone yang berpotensi dijadikan diet untuk pencegahan dan penanggulangan stunting. Tempe juga dapat menjadi bahan dasar susu yang lebih unggul daripada susu kedelai karena hilangnya zat anti gizi dan bau langu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tempe sebagai sumber gizi tambahan dalam bentuk susu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Karyamukti, Kabupaten Garut dengan target peserta ibu-ibu posyandu dan kader PKK. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan pembuatan susu tempe dengan melibatkan peserta secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan antusias peserta dalam praktek langsung pembuatan susu tempe dan peserta merasakan manfaat dari kegiatan ini. Harapannya masyarakat dapat memanfaatkan susu tempe sebagai minuman kesehatan dalam mencegah dan menanggulangi stunting.
Downloads
References
Al-Okbi, S. Y. (2022). Date palm as source of nutraceuticals for health promotion: a review. Current nutrition reports, 11(4), 574-591.
Astuti, M., Meliala, A., Dalais, F. S., & Wahlqvist, M. L. (2000). Tempe, a nutritious and healthy food from Indonesia. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 9(4), 322-325.
Azzahra, D.A., Rahmasari, D., Nareswari, H.A., Weka, M.A.N., Fellithia, R., Arini, L.D.D. (2025). Potensi Pangan Fermentasi Tempe dalam Mengatasi Kejadian Malnutrisi. Student Scientific Creativity Journal, 3(2): 78-83. doi: https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v3i2.5511
Astawan, M. (2009). Sehat dengan Hidangan Kacang dan Biji-Bijian. Jakarta: Penebar Swadaya.
BPOM RI. (2021). Penjelasan Badan POM RI Tentang Pemberitaan Susu Kental Manis (SKM). Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Endah, K. (2020). Pemberdayaan masyarakat: Menggali potensi lokal desa. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 135-143.
Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4
Khan, R. K., Siraj, M. A., Kheya, H. R., Khalid, S., Tabassum, M., & Zaman, S. B. (2021). Consumption of sugar-sweetened beverages and their health impact on children. Discoveries, 4, e17.
Mao, Q. Q., Xu, X. Y., Cao, S. Y., Gan, R. Y., Corke, H., Beta, T., & Li, H. B. (2019). Bioactive compounds and bioactivities of ginger (Zingiber officinale Roscoe). Foods, 8(6), 185.
Miles B., & Huberman, A. (1992). Qualitative Data Analysis. Jakarta: UI Press.
Najih, L. dan Nurhidjah. 2011. Mutu Gizi dan Organoleptik Susu Tempe Fermentasi dengan Penambahan Jenis Bahan Pengental. Jurnal Pangan dan Gizi, 2(4).
Palupi, E. & Rahmatika, M. (2022). Peningkatan Nilai Gizi Pada Susu Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja Sieb). J. Gizi Dietetik; 1(1), 42.49.
Prado, F. G. do, Pagnoncelli, M. G. B., Pereira, G. V. de M., Karp, S. G., & Soccol, C. R. (2022). Fermented soy products and their potential health benefits: A review. Microorganisms, 10(8), 1606.
Rahayu, W.M., Silvana, A, Silviandari, P.M. (2021). Karakteristik Sari Tempe Kedelai Hitam (Glycine max var. Mallika) dengan Jahe Merah Pada Variasi Persentase Kulit Biji Dalam Fermentasi. Jurnal Ilmiah Teknosains, 7(2), 31-38.
Safitri, Y.A., Aminin, A.L.N., & Mulyani, N.S. (2022). The Effect of Cooking Treatment on Antioxidant Activity in Soybean Tempeh. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 25(11), 405–411
Sanam, A.B., Ida, B.N.S., & Kadek, K.A. (2014). Ketahanan Susu Kambing Peranakan Etawa Post-Thawing pada Penyimpanan Lemari Es Ditinjau dari Uji Didih dan Alkohol. Indonesia Medicus Veterinus,.3(1).
Sa’roni S. &Tiastuti, U.Y. (2021). Pembuatan Susu Tempe Kurma sebagai Alternatif Minuman Kesehatan. Garina: Jurnal Ipteks Tata Boga, Tata Rias, dan tata Busana, 13(1), 9-16.
Subagio, A., Hartati, S., Windrati, S.W., Unus, Fauzi, M. dan Heri, B. (2002). Kajian Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Hidrolisat Tempe Hasil Hidrolisis Protease. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan 13(3).
Sutarto, Oktarlina, R.Z., Adila, N. T. H. & Indriani, R. (2022). Status Kesehatan Anak Stunting Indonesia (Analisa Data Riskesdas 2018). Jurnal Dunia Kesmas, 11(2).
Thulesen, L., Duque-Estrada, P., Zhang, L., Martin, M.S., Aaslyng, M.D., Petersen, I.L. (2025). Faba bean tempeh: The effects of fermentation and cooking on protein nutritional quality and sensory quality. Food Chemistry Advances 6 (2025) 100894: 1-11.
Walther, B., Guggisberg, D., Badertscher, R., Egger, L., Portmann, R., Dubois, S., Haldimann, M., Kopf-Bolanz, K., Rhyn, P., Zoller, O., Veraguth, R., & Rezzi, S. (2022). Comparison of nutritional composition between plant-based drinks and cow’s milk. Frontiers in Nutrition, 9, 988707.
Winarno, F.G. (1993). Pangan Gizi, Teknologi dan Konsumen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Yuda, A., Septina, Z., Maharani, A., Nurdiantami, Y. (2022). Tinjauan Literatur : Perkembangan Program Penanggulangan Stunting di Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(2), 53-57.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





