Penguatan Damai Positif Pemuda Lintas Agama Melalui Literasi Keagamaan di Kota Bukittinggi
DOI:
https://doi.org/10.24036/abdi.v7i4.1631Keywords:
Bukittinggi, Literasi Keagamaan, Penguatan Damai Positif, Pemuda Lintas AgamaAbstract
Kota Bukittinggi dikenal sebagai wilayah majemuk yang hidup dalam harmoni tanpa mencatat konflik destruktif antarumat beragama. Meskipun demikian, berbagai bentuk prasangka dan stereotip masih muncul akibat rendahnya literasi keagamaan di tengah masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman lintas agama, meningkatkan toleransi, serta membangun harmoni sosial melalui kegiatan literasi keagamaan. Metode yang digunakan meliputi dialog lintas iman, diskusi partisipatif, dan workshop yang menekankan nilai-nilai universal, titik temu ajaran agama, serta pentingnya saling menghargai perbedaan. Evaluasi pre–post dilakukan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap peserta terhadap toleransi dan hidup damai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesadaran, pemahaman, dan sikap positif peserta terhadap keberagaman agama di Bukittinggi. Program ini berkontribusi dalam memperkuat damai positif dengan meminimalkan prasangka, mendorong interaksi sosial yang inklusif, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih harmonis dan kondusif.
Downloads
References
Altrichter, H., Kemmis, S., McTaggart, R., & Zuber‐Skerritt, O. (2022). The concept of action research. The Learning Organization, 9(3), 125–131.
Checkland, P., & Holwell, S. (1998). Action Research: Its Nature and Validity. Systemic.
Hakim, A., & B. (2012). Kerukunan Umat Beragama di Sumatera Barat. Harmoni, 11(2), 202–115.
Hannam, P., Biesta, G., Whittle, S., & Aldridge, D. (2020). Religious Literacy: A Way Forward for Religious Education? Journal of Beliefs and Values, 41(2), 214–226. https://doi.org/10.1080/13617672.2020.1736969
Kindon, S., Pain, R., & Kesby, M. (2007). Participatory action research approaches and methods. Connecting people, participation and place. Routledge.
Maulana, S. (2024). Peran Pendidikan Dalam Membentuk Moderasi Beragama Di Lingkungan Masyarakat Majemuk. Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1.3, 207-219.
Moore, D. L. (2015). Overcoming Religious Illiteracy: A Cultural Studies Approach. World History Connected, 4(1), 1–14. https://worldhistoryconnected.press.uillinois.edu/4.1/moore.html
Ojala, C. (2021). Youth-led Interfaith Dialogue in Building Positive Peace: Case study of Together for Finland. Social Justice, 1(2).
Setiawan, R. (2025). Internalisasi Nilai-Nilai Islam Moderat Melalui Pendidikan Aswaja di MTs. Mambaus Sholihin Hollo-Amahai Maluku Tengah. Al-Mikraj Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 5.2, 1950–1969.
Sofjan, D. (2020). Learning about Religions: An Indonesian Religious Literacy Program as a Multifaith Site for Mutual Learning. Religions, 11(9), 1–11. https://doi.org/10.3390/rel11090433
Taufik, Z. (2020). From Negative to Positive Peace: Strengthening the Role of Youth in Religious Peacebuilding in Bukittinggi, West Sumatra. Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, 25(2). https://doi.org/10.32332/akademika.v25i2.2132
Younas, R., Hameed, H. B., Husnain, M., Azam, M., & Malik, M. S. (2023). Inter-Faith Dialogue; A Way to Resolve Global Peace Issues. Central European Management Journal, 31(2), 1114–1125. https://journals.kozminski.cem-j.org/index.php/pl_cemj/article/view/835
Zuhdi, M., & Sarwenda, S. (2020). Recurring Issues in Indonesia’s Islamic Education: The Needs for Religious Literacy. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 5(01), 1–13.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





