Pemberdayaan Siswa Nurul Islam Silo dalam Produksi Teh Kantong dari Edible Flowers
DOI:
https://doi.org/10.24036/abdi.v8i2.1695Keywords:
Capacity Building, Edible Flowers, Pelatihan, Teh kantongAbstract
Desa Silo melingkupi beragam jenis pendidikan, salah satunya Ponpes Nurul Islam Silo. Lembaga non-profit ini mengintegrasikan pendidikan pesantren dan formal yang menitikberatkan pada program keagamaan, pengetahuan serta skills siswa. Namun, limitasi finansial menyebabkan rendahnya program diversifikasi pembelajaran yang sangat penting untuk membekali siswa. Di sisi lain, Desa Silo mendukung tumbuhnya banyak habitus tanaman budidaya maupun non-budidaya (tumbuh liar). Tren masyarakat urban yang beralih ke konsep natural ingredient menciptakan potensi besar untuk mengoptimalkan kekayaan SDA lokal dan tumbuhan liar tersebut. Sayangnya, pemanfaatan ini menghadapi tantangan karena pengetahuan pangan lokal masih didominasi generasi tua, serta belum spesifik menyasar potensi bagian tumbuhan liar seperti bunga (edible flowers) yang bernilai ekonomi tinggi. Oleh sebab itu, tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan siswa MTs dan MA Nuris Silo tentang bunga liar yang dapat dikonsumsi, serta memberikan keterampilan pemanfaatan bunga menjadi olahan minuman sehat berupa teh. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Capacity Building melalui ceramah dan diskusi interaktif tentang konsep, jenis, manfaat, dan prosedur pengolahan teh bunga. Selanjutnya, kegiatan pelatihan berupa praktikum agar siswa terampil dalam pembuatan teh kantong sebagai inovasi produk. Berdasarkan asesmen pretest dan posttest pada 30 siswa, didapatkan peningkatan pengetahuan siswa dengan rerata 4,86 tentang jenis edible flowers, contoh makanan olahan, serta potensi usaha. Adapun keterampilan membuat teh kantong menggunakan 6 jenis bunga menghasilkan teh bunga sepatu yang paling disukai dengan skor preferensi 15,8/20 berdasarkan uji hedonik dengan parameter tampilan, aroma, rasa, dan warna, sedangkan teh paling kurang disukai adalah marigold. Pengabdian ini membuka peluang wirausaha kreatif berbasis bunga lokal lainnya.
Downloads
References
Al Yamini, T. H., & Kartikasari, D. (2021). Panduan Meramban: Mengenal 87 Jenis Tumbuhan Sekitar yang Dapat Dimakan (1st ed.). Generasi Biologi Indonesia.
Annishia, F. B., & Nurmayadi, C. P. (2021). Perbandingan Uji Suka Masyarakat Terhadap Teh Bunga Telang, Teh Hitam Dan Teh Hijau. Jurnal Pesona Hospitality, 14(2).
Cempaka, L., Oemar, F. N., Shalmawidati, A., Amalia, F., Ramadhan, M. I., & Hakim, T. E. A. (2020). Pengembangan Produk Minuman Berbasis Bunga Telang (Clitorea ternatea).Universitas Bakrie.
Choiriyah, N. A. (2020). Kandungan Antioksidan Pada Berbagai Bunga Edible di Indonesia. Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 4(2), 136–143. https://doi.org/10.32585/ags.v4i2.892
Efendi, A., M. Hasibuan, E. Sihombing, and T. Wulandari. (2021). Bunga Kembang Sepatu Dikreasikan Untuk Kesehatan. Seminar Nasional Karya Ilmiah Multidisiplin 1(1):129–35. https://journal.unilak.ac.id/index.php/senkim/article/view/7750/3255
Faridy, N., Nuraini, N., Bania, A. S., & Chairuddin, C. (2022). Pelatihan Pembuatan Teh Celup Bunga Telang Sebagai Suplemen Daya Tahan Tubuh. DedikasiMU: Journal of Community Service, 4(3), 297-304.
Fernandes, L., Casal, S., Pereira, J. A., Saraiva, J. A., & Ramalhosa, E. (2020). An overview on the market of edible flowers. Food Reviews International, 36(3), 258-275.
Hernawati, D., Putra, R. R., A’yunin, N. A. Q., & Chaidir, D. M. (2023). Introduksi etnobotani meramban di Desa Sukahurip Kabupaten Ciamis sebagai upaya pemanfaatan pangan lokal berdaya. Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 482-490. DOI: https://doi.org/10.31960/caradde.v5i3.1795
Iriani, D., Bahar, A., Hidayati, B., & Romadhoni, I. F. (2024). Empowerment of Bangah village community group in Sidoarjo district through catfish-based food diversification. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 20(1), 99-110. DOI: https://doi.org/10.20414/transformasi.v20i1.9744
Kong, W., Jiang, L., Cui, Q., Xu, J., Yuan, Q., & Liu, J. (2023). Global research trends on herbal tea: A bibliometric and visualized analysis. Beverage Plant Research, 4(1).
Kuswati, K., & Adi, W. C. (2021). Gathering nutritious edible wild plants based on societies indigenous knowledge from Sempolan, Jember Regency. Jurnal Biologi Tropis, 21(2), 393-402.
Kuswati, K., Ariyunita, S., Tiara, T., & Husna, L. (2022). Pemberdayaan Ekonomi Santri PP. NURIS Silo Melalui Wirausaha Produk Hidroponik. E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 13(4), 707-712. doi: 10.26877/e-dimas.v13i4.12082.
Kurniadi, A., Sartika, D., Herdiana, N., & Susilawati -. (2024). Kajian Formulasi Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) Terhadap Aktivitas Antioksidan Pada Minuman Fungsional Study of Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea) Extract Formulation on Antioxidant Activity in Functional Beverages. Jurnal Agroindustri Berkelanjutan, 3(1), Article 1. https://doi.org/10.23960/jab.v3i1.8796.
Laswati, D. T. (2018). Teh Bunga Kersen (Muntingia Calabura, L): Sifat Kimia Dan Sensoris. In Seminar Nasional Inovasi Produk Pangan Lokal Untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Mokrysz, S. (2024). Innovations on the Tea Market in the Face of the Observed Megatrends in Consumption. Coffee & Tea Marketing Journal, 43(1).
Mustofa, A., & Nugroho, P. S. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan gizi dan junk food dengan kejadian overweight pada remaja. Borneo Studies and Research, 2(2), 1240-1246.
Nugroho, D. (2022). Integrasi agama dan budaya dalam komunitas pemberdayaan: studi empiris pemberdayaan ekonomi perempuan payungi metro-lampung. Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, 2(1), 57-68.
Pertiwi, V., Hidayati, S., & Sartika, D. (2024). Karakteristik Fisik Dan Sensori Teh Celup Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) dengan Penambahan Bunga Melati (Jasminum Sambac L.) dan Kulit Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii). Jurnal Agroindustri Berkelanjutan, 3(1), 1-12.
Pamelia, I. (2018). Perilaku konsumsi makanan cepat saji pada remaja dan dampaknya bagi kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(2), 144-153.
Pires, T. C., Barros, L., Santos-Buelga, C., & Ferreira, I. C. (2019). Edible flowers: Emerging components in the diet. Trends in Food Science & Technology, 93, 244-258.
Putri, A. H., & Yawahar, J. (2023). Kajian agro sosiologi dan potensi metabolit sekunder bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai peningkat imunitas tubuh. Journal of Agrosociology and Sustainability, 1(1).
Santi, I., Amirah, S., & Andriani, I. (2022). Sosialisasi pembuatan teh herbal dalam kemasan teh celup pada kelompok pkk kalabbirang, kabupaten takalar. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 11(1), 22-25.
Santos, I. C., & Reis, S. N. (2021). Flores comestíveis: uso tradicional e atual. Ornamental Horticulture, 27(4), 438-445.
Saputra, V. A. D., & Susilowati, H. (2022). Explorative Study of the Use of Edible Flowers as Garnish in Food Serving. UNCLLE, 2(1), 133-139.
Takahashi, J. A., Rezende, F. A. G. G., Moura, M. A. F., Dominguete, L. C. B., & Sande, D. (2020). Edible flowers: Bioactive profile and its potential to be used in food development. Food Research International, 129, 108868.
Savira, N. I. I., Fikri, K., & Waluyo, J. (2022, December). Peningkatan keterampilan serta motivasi siswa terhadap kegiatan praktikum pembuatan preparat sel hewan dan tumbuhan pada siswa MTs Nurul Islam Silo Kabupaten. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi.
Santi, I., Amirah, S., & Andriani, I. (2022). Sosialisasi pembuatan teh herbal dalam kemasan teh celup pada kelompok pkk kalabbirang, kabupaten takalar. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 11(1), 22-25. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v11i1.32667
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





