Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Nagari Tangguh Bencana Berbasis Modal Sosial dan Kearifan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.24036/abdi.v8i1.1732Keywords:
Kearifan Lokal, Modal Sosial, Nagari Tangguh Bencana, Pemberdayaan MasyarakatAbstract
Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh, yang terletak di Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, adalah sebuah wilayah yang diberkahi dengan kekayaan alam. Dengan ketinggian 900–1.200 meter di atas permukaan laut, nagari ini memiliki tanah yang subur, membuat sebagian besar penduduknya mengandalkan hidup dari sektor pertanian, perkebunan, dan perhutanan. Namun, di balik keindahan alamnya, nagari ini juga menyimpan potensi kerentanan bencana yang tinggi, seperti gempa bumi, erupsi gunung, longsor, dan banjir bandang. Sayangnya, pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesiapsiagaan dan mitigasi bencana masih sangat rendah. Permasalahan ini mendorong pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan nagari tangguh bencana berbasis modal sosial dan kearifan lokal. Sebagai solusi, dilakukan serangkaian kegiatan pemberdayaan. Masyarakat diberikan edukasi mengenai jenis dan karakteristik bencana di wilayah perbukitan dan pegunungan. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai gejala alam yang menjadi pertanda bencana, serta tindakan spontan yang harus dilakukan saat bencana terjadi. Edukasi ini juga menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai panduan dalam memperkuat tindakan kolektif. Pengetahuan ini sangat krusial karena dapat memengaruhi keselamatan masyarakat. Bentuk kegiatannya berupa sosialisasi dan pelatihan yang bertujuan meningkatkan pemahaman warga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang potensi bencana, tanda-tanda alam, risiko, serta aspek kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Hal ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun ketahanan masyarakat Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.
Downloads
References
Adger, W. N., et al. (2022). Social-ecological resilience to climate risks. Annual Review of Environment and Resources, 1(2).
Aitsi-Selmi, A., et al. (2016). Reflections on a science and technology agenda for 21st century disaster risk reduction: Based on the scientific content of the 2016 UNISDR science and technology conference on the implementation of the Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. International journal of disaster risk science, 7(1), 1-29.
Aitsi-Selmi, A., Egawa, S., Sasaki, H., Wannous, C., & Murray, V. (2016). The Sendai Framework for Disaster Risk Reduction: Renewing the global commitment to people’s resilience, health, and well-being. International Journal of Disaster Risk Science, 7(2), 164–176.
Aldrich, D. (2023). Social capital and community resilience after disasters. Nature Sustainability.
Aldrich, D. P., & Meyer, M. A. (2015). Social capital and community resilience. American behavioral scientist, 59(2), 254-269.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012). Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012 tentang Desa/Nagari Tangguh Bencana. Jakarta: BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2020–2024. Jakarta: BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Indeks Risiko Bencana Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Bradley, K., et al. (2021). Earthquake hazards along the Sumatran fault system. Geophysical Research Letters.
Field, A. (2018). Discovering Statistics Using IBM SPSS Statistics. London: Sage Publications.
Gaillard, J. C., & Mercer, J. (2013). From knowledge to action: Bridging gaps in disaster risk reduction. Progress in Human Geography, 37(1), 93–114.
Global Volcanism Program. (2023). Volcanoes of the World Database. Smithsonian Institution.
International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. (2014). World disasters report: Focus on culture and risk. Geneva: IFRC.
Kelman, I., Mercer, J., & Gaillard, J. (2021). Disaster risk reduction and indigenous knowledge. Progress in Disaster Science. 10(2).
Mercer, J., Kelman, I., Taranis, L., & Suchet‐Pearson, S. (2010). Framework for integrating indigenous and scientific knowledge for disaster risk reduction. Disasters, 34(1), 214-239.
Miles, B., & Huberman, A. (1992). Qualitative Data Analysis. Jakarta: UI Press.
Nakagawa, Y., & Shaw, R. (2004). Social capital: A missing link to disaster recovery. International Journal of Mass Emergencies & Disasters, 22(1), 5-34..
Pandey, C. L., & Okazaki, K. (2022). Community-based disaster risk reduction: Empowering local communities. International Journal of Disaster Risk Reduction, 68(2).
Paton, D. (2003). Disaster preparedness: A social-cognitive perspective. Disaster Prevention and Management, 12(3), 210–216. https://doi.org/10.1108/09653560310480686
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. New York, NY: Simon & Schuster.
PVMBG. (2023). Laporan Aktivitas Gunung Talang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Sieh, K., et al. (2022). Active tectonics of the Sumatran fault system. Tectonics.2(1).
Sutawidjaja, I. S., Sigurdsson, H., & Abrams, L. (2006). Characterization of volcanic deposits and geoarchaeological studies from the 1815 eruption of Tambora volcano. Indonesian Journal on Geoscience, 1(1), 49-57.
Samovar, L.A., Richard E.P., Edwin R. M., & Carolyn S.R. (2013). Communication Between Cultures. Eighth Edition. Wadsworth: Cengage Learning.
Shaw, R. (2021). Community-based disaster risk reduction. Sustainability Science, 16(5), 1687–1698.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Twigg, J. (2015). Disaster risk reduction. London: Overseas Development Institute.
UNDRR. (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. United Nations Office for Disaster Risk Reduction.
United Nations Development Programme. (2010). Capacity development: A UNDP primer. New York, NY: UNDP.
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2017). Local and indigenous knowledge systems (LINKS). Paris: UNESCO.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2015). Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. Geneva: UNDRR.Würtz, E. (2005). Intercultural Communication on Web sites: A Cross-Cultural Analysis of Web sites from High-Context Cultures and Low-Context Cultures. Journal of Computer-Mediated Communication, 11(2), 274–299.
UNDRR. (2022). Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction.
Ward, P., et al. (2022). Global exposure to natural hazards. Nature Climate Change.3(1).
World Bank. (2021). Building Indonesia’s Resilience to Disaster. World Bank.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





