Implementasi Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), Pemeriksaan Kesehatan Gratis, dan Posyandu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Baru Medan
DOI:
https://doi.org/10.24036/abdi.v8i1.1785Keywords:
Imunisasi, Kesehatan anak, Pengobatan, PosyanduAbstract
Imunisasi adalah suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Jenis imunisasi yang diberikan pada pelaksanan BIAS bertujuan untuk mencegah penyakit rubella dan kanker leher rahim sedangkan vitamin A sendiri merupakan salah satu gizi penting untuk balita karena vitamin A akan melindungi balita dari beberapa resiko penyakit terutama gangguan fungsi mata.yang merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar dan lanjutan untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan BIAS, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pelayanan posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Kampung Baru Kecamtan Medan Maimun, Kota Medan yang dilakukan pada beberapa sekolah dan posyandu yaitu SMP N 34 Medan, SD – SMP Global, SD N 060793, SD N 060907, SD N 060902, Posyandu Melur, dan Posyandu Nusa Indah. Metode kegiatan meliputi edukasi, pemberian imunisasi, skrining kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembang balita. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan cakupan BIAS di wilayah kerja puskesmas kampung baru, partisipasi masyarakat yang tinggi, dan meningkatnya pengetahuan orang tua terkait imunisasi serta kesehatan anak. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya anak sekolah dan balita. Program ini diharapkan berkelanjutan sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan anak usia sekolah dan balita.
Downloads
References
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Kemenkes RI.
CDC. (2021). School vaccination programs. Centers for Disease Control and Prevention.
Depkes RI. (2022). Posyandu dan peran masyarakat dalam kesehatan balita. Departemen Kesehatan RI.
Firmansyah, R., Shabira, K. N., & Budiwitjaksono, G. S. (2024). Pentingnya vaksinasi dalam pemberian vitamin A pada balita bersama kader posyandu di Surabaya. Media Pengabdian Kepada Masyarakat (MPKM), 3(1), 286–289.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
Hiddayaturrahmi, H., Elfian, M. A., Faisal, F., & Irwandi, I. (2024). Imunisasi anak sekolah untuk anak sehat dan cerdas. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JURABDIKES), 2(2), 32–42.
IDAI. (2021). Rekomendasi Imunisasi Anak Indonesia 2021. Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelaksanaan imunisasi pada masa pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2021). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2022). Petunjuk teknis penyelenggaraan posyandu. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.
Kemenkes RI. (2021). Pedoman manajemen terpadu layanan kesehatan primer. Kemenkes RI.
Kemenkes RI. (2021). Pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Direktorat P2PTM, Kemenkes RI.
Kemenkes RI. (2021). Profil kesehatan Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2022). Pedoman pemberian obat cacing di sekolah dasar dan posyandu. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Kemenkes RI. (2022). Petunjuk teknis suplementasi tablet tambah darah bagi remaja putri. Direktorat Gizi Masyarakat.
Kemenkes RI. (2023). Pedoman pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Kemenkes RI. (2023). Pedoman pemberian vitamin A untuk balita. Kemenkes RI.
Kusumawardani, E. F., Fadillah, M., Harahap, L. A. H., Saputra, F. F., Paradhiba, M., Putra, O., Syam, N., Siahaan, P. B. C., & Rimonda, R. (2023). Evaluasi program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Dinas Kesehatan Kota Surabaya berdasarkan pendekatan sistem. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(2), 470–477.
Mahendradhata, Y. et al. (2017). The Republic of Indonesia health system review. Health Systems in Transition, 7(1). WHO Regional Office for the Western Pacific. Retrieved from https://iris.who.int/handle/10665/254716 Iris
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Pratiwi, N. L., & Besral, B. (2019). Peran posyandu dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 14(1), 45–52. https://doi.org/10.21109/kesmas.v14i1.2641
Titaley, C. R., (2013). Effect of vitamin A supplementation on cause-specific child mortality: A meta-analysis. Bulletin of the World Health Organization, 91(2), 89–99.
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. United Nations.
UNICEF Indonesia. (2022). Program vitamin A dan pencegahan kekurangan mikronutrien. UNICEF.
WHO. (2019). Immunization agenda 2030: A global strategy to leave no one behind. World Health Organization.
WHO. (2020). Immunization in Practice: A Practical Guide. World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/publications/i/item/immunization-in-practice-a-practical-guide-for-health-staff Organisasi Kesehatan Dunia+1
WHO. (2020). Primary health care: Closing the gap between public health and primary care. World Health Organization.
WHO. (2021). Weekly iron and folic acid supplementation programme for adolescent girls: Implementation guide. World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/publications/i/item/WHO-NMH-NHD-18.8 Organisasi Kesehatan Dunia
WHO. (2022). Global Vaccine Safety Initiative. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





