Sintuk Heritage Trail: Merancang Rute Wisata Sejarah Desa Wisata Sintuk
DOI:
https://doi.org/10.24036/abdi.v8i2.1908Keywords:
Benteng Jepang, Bunker, Google Map, Peta Wisata, Rute Wisata, SejarahAbstract
Pengembangan Desa Wisata Sintuk yang berbasis pelestarian sejarah sejak tahun 2022 masih menghadapi kendala akibat belum terkelolanya potensi wisata sejarah secara optimal serta minimnya alat transfer informasi interaktif bagi wisatawan. Pengabdian melalui skema Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) ini menawarkan solusi melalui perancangan rute wisata sejarah "Sintuk Heritage Trail". Keunikan pendekatan ini terletak pada integrasi pemetaan digital berbasis Google Maps dan sistem QR Code untuk menciptakan media promosi yang praktis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei dan observasi lapangan, pemetaan dan perancangan rute, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi dan memetakan 8 titik benteng serta bunker peninggalan Jepang ke dalam sebuah peta wisata digital yang siap digunakan. Luaran konkret dari pengabdian ini adalah draf rute wisata sejarah terintegrasi yang dapat diakses langsung oleh wisatawan melalui gawai secara mandiri. Implementasi produk ini terbukti efektif meningkatkan branding Desa Wisata Sintuk sekaligus menyediakan panduan navigasi praktis yang memperkuat nilai guna cagar budaya lokal bagi sektor pariwisata.
Downloads
References
Chawari, M. (2015). Model Pertahanan Jepang di Kabupaten Lumajang dan Jember, Jawa Timur: Tipologi dan Arah Sasaran. Berkala Arkeologi, 35(2), 153-168.
Disparpora. (2024). Desa Wisata Sintuak. Disparpora.Padangpariamankab.Go.Id. https://disparpora.padangpariamankab.go.id/post/desa-wisata-sintuak
Disparpora Padang Pariaman. (2024). Desa Wisata Sintuak. https://disparpora.padangpariamankab.go.id/post/desa-wisata-sintuak.
Fauziah, E. (2019). Kebijakan dan Perencanaan Pariwisata. Uwais Inspirasi Indonesia.
Harianti, H. (2007). Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Sekitar Candi Terhadap Candian Upaya Pelestariannya. Universitas Negeri Yogyakarta.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. (2004). Vademekum Benda Cagar Budaya. Asisten Deputi Urusan Keperbukalaan dan Permuseuman.
Kesaulya, K. (2025). Implementasi Sustainable Heritage Tourism untuk Mendukung Pengembangan Wisata Heritage di Negeri Hila Kabupaten Maluku Tengah. Knowledge: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Dan Pengembangan. https://doi.org/https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.7991
Mulyadi, I. (2020). Eksistensi dan Pelestarian Bunker Jepang Sebagai Objek Tinggalan Arkeologi Di Simeulue. UIN Ar-Raniry.
Musleh, M., & Rosa, N. S. (2024). Strategi pemanfaatan kearifan lokal dalam pengembangan Desa wisata Pandean Kabupaten Trenggalek. Journal of Contemporary Public Administration, 4(1), 36-44. https://doi.org/10.22225/jcpa.4.1.2024.36-44
Musleh, M., Subianto, A., Tamrin, M. H., & Bustami, M. R. (2023). The role of institutional design and enabling environmental: Collaborative governance of a pilgrimage tourism, Indonesia. Journal of Local Government Issues, 6(1), 75-90.
Mutmainah, N. (2022). Hukum Pemerintahan Desa. Get Press Indonesia.
Naldi, H., Najmi, N., Silva, R., Veronika, M. R., & Andeskoli, O. (2024). Kepemimpinan Pemuda dalam Pelestarian Sejarah Lokal: Analisis Peran Rio Tampati Putra sebagai Founder Museum Perang Sintuk. Jurnal Kronologi, 6(4), 278-289.
Naldi, H., Susilawati, N., Erniwati, E., Silva, R., & Veronika, M. R. (2025). E-Tour Guide Berbasis QR Code Pada Museum Perang Sintuk untuk Menunjang Informasi Wisata Sejarah. Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 245-254. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/abdi.v7i1.1216
Ningsih, M. (2023). Desa Wisata, Wisata Desa (Inovasi, Potensi, Dan Strategi). Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.
Nuraini, D. A., & Tauran, T. (2023). Potensi Pengembangan Kawasan Alun-Alun Contong Sebagai Kawasan Wisata Kampung Tuwo Religi Kota Surabaya. Publika, 1681-1696.. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/publika.v11n2.p1681-1696
Pitana, I. G., & Pitanatri, P. D. S. (2023). Desa wisata dan wisatawan Nusantara: merajut ekonomi, budaya, dan lingkungan dalam pariwisata perdesaan. Mata Kata Inspirasi.
Posponegoro, P. (2008). Sejarah Nasional Indonesia VI (Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia 1942- 1998 (2nd ed.). Balai Pustaka.
Romeon, R., & Sukmawati, A. (2021). Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Negeri Saleman Kabupaten Maluku Tengah. Tata Kota dan Daerah, 13(1), 1–8. https://doi.org/10.21776/ub.takoda.2021.013.01.1
Saepudin, E., Budiono, A., & Halimah, M. (2019). Pengembangan Desa Wisata Pendidikan di Desa Cibodas Kabupaten Bandung Barat. Sosiohumaniora, 21(1), 1. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v21i1.19016
Sahabudin, A. (2020). Pengembangan Potensi Pusat Kota Serang sebagai Wisata HeritagePerkotaan Berbasis Masyarakat. 144. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/jumpa.2020.v07.i01.p07
Silva, R., & Salam, A. (2023). Sekitar Pendirian Sampai Periode Awal MAN Insan Cendekia Padang Pariaman: Studi Sejarah Lembaga. Jurnal Kronologi, 5(1), 101–116. https://doi.org/10.24036/jk.v5i1.596
Syarifah, S., & Rochani. (2022). Studi Literatur: Pengembangan Desa Wisata Melalui Community Based Tourism untuk Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Kajian Ruang. https://doi.org/https://doi.org/10.30659/jkr.v1i1.19983
Wibowo. (2022). Community-Based Tourism Design to Develop a Historical Tourism Village inYogyakarta. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement. https://doi.org/https://doi.org/10.37680/amalee.v3i1.1286
Mappasomba, Z., Nasrullah, N., Awaluddin, I., & Hakim, D. H. (2024). Perencanaan Pariwisata Dinamika, Strategi dan Manajemen Keberlanjutan Desa Wisata Geopark. PT Penerbit Qriset Indonesia
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





