Pendampingan Pengelolaan Homestay di Nagari Mandeh untuk Pariwisata Berkelanjutan

Authors

  • Siti Fatimah Universitas Negeri Padang
  • Yuliana Yuliana Universitas Negeri Padang
  • Haldi Patra Universitas Indonesia
  • Iqrima Basri Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/abdi.v8i3.1806

Keywords:

Ekonomi Lokal, Kegiatan Pengabdian, Kualitas Layanan, Mandeh, Pelatihan

Abstract

Kawasan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan ditetapkan sebagai destinasi wisata unggulan nasional sejak tahun 2015, yang mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan dan kebutuhan akomodasi, termasuk homestay. Namun, pengelolaan homestay di Nagari Mandeh masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan fasilitas, standar pelayanan yang belum merata, dan lemahnya keterampilan manajemen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi pemilik homestay dalam meningkatkan kualitas layanan serta mengelola usaha secara lebih profesional. Metode pelaksanaan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan dan sosialisasi untuk mengidentifikasi kebutuhan, perencanaan materi dan narasumber, serta pelaksanaan kegiatan secara tatap muka. Materi pelatihan meliputi penyuluhan, pemutaran video dokumenter mengenai praktik terbaik pengelolaan homestay di desa wisata lain, serta pelatihan langsung tentang manajemen homestay. Salah satu fokus utama adalah pembuatan buku tamu sebagai instrumen pencatatan data dan evaluasi layanan, sekaligus pembahasan mengenai standarisasi homestay. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemilik homestay, serta tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kualitas pelayanan. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga mendorong pemilik homestay untuk membenahi usaha mereka sehingga dapat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abrams, L. (2016). Oral history theory. Routledge.

Alhadi, Z., Sasmita, S., Yulfa, A., Fatimah, S., Syafrini, D., Karjuni, K. D., & Riandini, O. (2023). The Coping Strategies Patterns Based on Local Wisdom and Resilience Capital in Facing Natural Disaster Risk in Nagari Mandeh, Indonesia. International Journal of Sustainable Development and Planing, 18(1). https://doi.org/10.18280/ijsdp.180133

Andayani, A. A. I., Martono, E., & Muhamad, M. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Sosial Budaya Wilayah (Studi Di Desa Wisata Penglipuran Bali). Jurnal Ketahanan Nasional, 23(1), 1. https://doi.org/10.22146/jkn.18006

Chefany, H. F., Latipah, Hanifa, P., Jannah, R. R., & Novita, Y. (2014). Potensi Desa Wisata Nagari Mandeh sebagai Destinasi Pariwisata. Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 4(1).

Darmawijaya, I. G., Kanten, I. K., & Puja, I. B. P. (2024). Budaya lokal dalam pengelolaan hotel berkelanjutan: merajut harmonisasi tradisi dan modernitas. Politeknik Pariwisata Bali.

Defrinal, Yulita, R., & Yusmei, N. (2024). Implikasi partisipasi masyarakat pada pengelolaan pariwisata terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi di kawasan Mandeh Kec. Koto XI Tarusan Kab. Pesisir Selatan. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 3(2), 324–330. https://doi.org/10.31004/jpion.v3i2.284

Fatimah, S. (2022). Pengembangan Kawasan Wisata Mandeh melalui rekonstruksi kearifan lokal perempuan pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Diakronika, 22(2), 166–183. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol22-iss2/302

Fatimah, S., & Naldi, J. (2019). Implementation of The Pentahelix Approach Model Against Development Sustainable Tourism. International Journal of Tourism, Heritage and Recreation Sport, 1(2).

Fatimah, S., & Ramadhan, D. (2019). Sustainable tourism integrated tourism area based on culture and local wisdom at Mandeh Area. International Journal of Tourism, Heritage and Recreation Sport, 1(1), 1–7.

Fatimah, S., Syafrini, D., Yuliana, Y., Antomi, Y., Patra, H., & Mohamad Sharif, S. (2025). The Hidden Paradise; gap and culture shock in the transformation of a fishing villages into a tourism hotspots in Mandeh region, Indonesia. Cogent Arts & Humanities, 12(1). https://doi.org/10.1080/23311983.2025.2533596

Fatimah, S., Syafrini, D., & Zainul, R. (2021). Rendang Lokan: History, symbol of cultural identity, and food adaptation of Minangkabau tribe in West Sumatra, Indonesia. Journal of Ethnic Foods, 8(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s42779-021-00088-2

Gemilang, W. A., Wisha, U. J., & Dhiauddin, R. (2020). Kerentanan Pesisir Kawasan Wisata Mandeh, Sumatera Barat dan Upaya Pengelolaan Ketahanan Lingkungan yang Berkelanjutan: Studi Kasus Pulau Mandeh, Sumatera Barat. Majalah Ilmiah Globe, 22(1), 1–12.

Purwanto, S., Yudistira, S., & Susanti, R. (2021). Analysis of the Island Sustainable Tourism base on Tourist’ Perception A Case Study of Mandeh Island, West Sumatera. Pusaka: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event, 3(2), 77–81.

Reisinger, Y. (1994). Tourist—host contact as a part of cultural tourism. World Leisure & Recreation, 36(2), 24–28. https://doi.org/10.1080/10261133.1994.9673910

Rivauzi, A., Fatimah, S., Satria, R., Kosasih, A., Wirdati, W., & Murniyetti, M. (2022). The Empowerment and Guidance of Religious Life of the Community in Kanagarian Sungai Nyalo Mudiak Aia, Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, 6(2), 151–166.

Ruksah, J., Erawati, M., & Junaidi, J. K. (2026). The Socio-Economic Life of the People of Nagari Mandeh, 2015–2023. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 4(2), 44–50.

Saadah, S., Shaleh, K., Arwaty, D., Sukmawati, F., Mulyawan, R. F., & Nababan, D. (2023). Analisis Sektor Industri Pariwisata Yang Terdampak Covid – 19 Dan Upaya Pemulihan Ekonomi Indonesia Dari Sektor Pariwisata. Jesya, 6(1). https://doi.org/https://doi.org/10.36778/jesya.v6i1.914

Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(98)00069-7

Sihite, H. Y. (2025). Peningkatan Kapasitas Pengelola Homestay dan Pondok Wisata Melalui Pemasaran Digital dan Strategi Branding di Bintan. Abdisoshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial Dan Humaniora, 4(4), 575–582. https://doi.org/10.55123/abdisoshum.v4i4.6796

Sulistyawati, A., Putri, I., Suarka, F., & Pertiwi, P. R. (2018). Pelibatan Masyarakat Lokal dalam Penyediaan Penginapan Lokal (Homestay) di Desa Wisata Tista, Kabupaten Tabanan. Buletin Udayana Mengabdi, 17. https://doi.org/10.24843/BUM.2018.v17.i03.p19

Van Eeuwijk, P., & Angehrn, Z. (2017). How to conduct a focus group discussion (FGD). Methodological Manual, 10.

Wedisa, I., & Syarief, A. (2023). Analisis Sebaran Indeks Aksesibilitas Rumah Makan terhadap Objek Wisata di Kawasan Wisata Mandeh. Yasin, 3, 1550–1563. https://doi.org/10.58578/yasin.v3i6.2021

Wimeina, Y., & Yanita, N. (2024). Pelatihan Tata Kelola Homestay di Manjuto Beach Kabupaten Pesisir Selatan.

Published

2026-09-30

How to Cite

Fatimah, S., Yuliana, Y., Patra, H., & Basri, I. (2026). Pendampingan Pengelolaan Homestay di Nagari Mandeh untuk Pariwisata Berkelanjutan. Abdi: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(3), 788–798. https://doi.org/10.24036/abdi.v8i3.1806